Makalah Sejarah Perkembangan Pemikiran Islam Ke Barat

Download Materi Kuliah Lengkap

MAKALAH SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ISLAM KE BARAT

DISUSUN OLEH :

Gita Anggraeni (2013113048)

Ridho Maulana (2013113059)

Semester/Kelas : 4 (empat) / Kelas C

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan ekonomi islm didunia ini tidak terlepas dari pemikiran ekonomi islam pada zaman dahulu. Konsep-konsep ekonomi syariah yang sudah dicetuskan oleh para pemikir ekonomi sayangnya tidak pernah tertulis oleh sejarah, dikarenakan runtuhnya kekuasaan islam didaerah barat. Sehingga karya karya para ekonom muslim tersebut dikuasai kepemilikannya oleh para ilmuan barat. Yang secara tidak langsung penjajah dibidang ilmu pengetahuan. Dan sampai sekarang umat islam tidak terima atas plagiasi tersebut, untuk itulah makalah ini dibuat agar masyarakat bisa mengetahui tentng pemikiran ekonomi islam yang ada dibarat, yang sebernya pemikiran itu pada hakikatnya adalah milik islam itu sendiri.

B. Tujuan

a. Mengetahui transformsi pemikiran ekonomi islam dari timur kebarat

b. Mengetahui indikasi plagiasi pemikiran sarjana muslim

c. Mengetahui sejarah pemikir muslim merupakan pencetus ilmu-ilmu

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pemikiran Ekonomi Barat

Istilah ekonomi berasal dari oikonomia, mula-mula dipergunakan oleh Xhenophon (lebih kurang dari 400 tahun SM), okoinomia diturunkan dari kata-kata yunani : oikos yang berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah tangga, dan nomos yang artinya undag-undang atau peraturan, ada hubungannya dengan kata nomein yang berarti mengurus. Oikonomia (ekonomi) pada mulanya dimuali dari pendapat atau pemikiran dan akhirnya menjadi sebuah cabang ilmu yang berdiri sendiri. Pada akhirnya pengertian ekonomi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan upaya atau tindakan manusia memenuhi kebutuhannya. Upaya atau tindakan manusia memenuhi kebutuhan manusia adalah kegiatan ekonomi yakni kegiatan konsumsi, produksi dan distribusi barang-barang dan jasa sebagai alat kebutuhan.[1]

B. Transformasi Pemikiran Ekonomi Dari Timur Kebarat

Dari berbagai paparan sebelumnya ternyata banyak karya sarjana muslim yang mirip, sejalan, atau bahkan sama dengan ide pemikiran ekonom-ekonom Barat yang datangnya berates-ratus tahun kemudian. mengapa hal iini terjadi?erdapat kemungkinan beberapa jawaban antara lain[2]

a. Terjadi dua kebetulan yang sama, yaitu kebetulan diantara sarjana Muslim dengan para ekonomi Barat punya pemkiran dan ide yang sama.

b. Pemikir-pemikir Barat secara langsung dan tidak langsung sangat dipengaruhi oleh pemikir para sarjana Muslim.

c. Pemikir-pemikir Barat melakukan plagiasi/ penjiplakan terhadap karya-karya para sarjana Muslim.

Jika alternative kemungkinan pertama yang terjadi, hal ini mengindikasikan betapa cemerlangnya dan briliannya para sarjana Muslim waktu itu. Pemikiran-pemikirannya berdimensi jauh kedepan sehingga jauh mendahuliu pemikir para ekonom barat. Beratus-ratus tahun yang lalu, jauh ketika dunia barat masih dalam kebodohan dan kegelapan (dark age), para sarjana muslim berhasil merumuskan pemikiran-pemikiran ekonomi yang baru ditulis oleh para ekonom barat beratus-ratus tahun kemudian. Namun mengapa pemikir para sarjana muslim tidak banyak diketahui oleh masyarakat dunia sekarang dibandingkan dengan karya para ekonom barat. Alternatif kemungkinan kedua dan ketiga untuk mengetahuinya yaitu dikarenakan ada pengaruh dari dalam maupun luar yang diantaranya.

Dalam hal ini diantaranya adalah :

1. Melalui para mahasiswa dan cendakiawan dari Erop Barat yng belajar di universitas-universitas Spanyol dan Timur Tengah

2. Melalui terjemahan karya-karya Muslim dari sumber-sumber bahasa Arab, teryutama ke dalam bahasa Inggri, Prancis, Spanyol, Catalonia atau Latin.

3. Melalui Andalusina, dimana kaum Muslim telah menetap di negeri ini sekitar delapa abad lamanya. Kebudayaan islam di Andalusiana mengalami perkembangan pesat di berbgai pusat kota, misalnya Cordova, Sevila, Granada, dan Toledo[3].

4. Melalui silsilah, kaum Muslim menundukan sissilah pada masa akhir lewat tangan Dinasti Aghlabiyah yang berkuasa di kawasan Tunis dan Al-Jazair. Tanggal pertama abad ke tiga hijriyah atau kesepuluh masehi setelah sebelumnya silsilah menjadi pangkalan pasukan Romawi dalam melakukan penyerangan terhadap kawasan yang dikuasai kaum Muslimin[4].

5. Mellui perang salib, menetapnya pasukan salib dalam waktu yang lama didunia islam, anatara abad ke-5 M sampai ke-7 Hijrah atau abad 12-14 M membuat mereka berhubungan dengan aspek kebudayaan islam.

6. Melalui perdagangan anatara Barat dan Timur lewat Mesir[5].

Meskipun banyak terjadi perbedaan pendapat tentang apakah pemikiran-pemikiran islam pada masa awal (masa Rasulullah, sahabat,Tabi’in, dan Tabi’it Tabi’in) juga dipengaruhi oleh pemikiran dari dunia luar, tetapi fakta ini nampak jelas pada zaman Abaziyah awal. Pada masa kepemimpinan Khalifah al-Mansyur hingga al-Rasyid (136-139 H) banyak buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa arab, misalnya Kalilah wa Dimmah (dari bahasa Persia), Sind Hind (dari India), dan Majisti (astronomi).

Komprasi Sejarah Pemikiran Ekonomi Dunia Islam Dan Barat

Proses penerjemahansemakin marak pada masa khalifah al-Ma’nun (193-300 H). Pada abad keempatHijriyah proses penerjemahan initetap berlangsung. Sejak adad ke-11 M hingga ke-13 M dunia Islam mengalami kemajuan yang samngat pesat dalam ilmu pengetahuan, sehingga menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia.untuk pertama kalinya didirikan Universitas Nishapur di Iraq, banyak orang eropa yang berbondong-bondong menuntut ilmu kedunia islam, karena saat itu eropa dalam situasi kegelapan. Sarjana-sarjana muslim, yang banyak menulisdibidang ekonomi, seperti Al-Ghazali, Al-Farabi, Al-Khawarizmi, Ibn Hazm, Ibn Massara, Ibn Bajja, Ibn Tuffail dan Ibn Rusyd menjadi rujukan yang utama.kitab-kitab merekabanyak diterjemahkan secara masal kedalam berbagai bahasa, dan saaat itu proses transformasi ilmu benar-benar terjadi[6].

Berbagai Universitas islam semakin banyak didirikan, tidak saja dinegara Arab atau Eropa. Selain itu juga banyak Universitas di Eropa yang didirakan oleh orang-orang Kristen, tetapi mendapat pengaruh islam yang besar, baik dari para pengajarnya atau dosennyamaupun literaturnya.

Ahman dan Amwan (1992, h.5) menyimpulkan bahwa “seolah” terputusnya ilmu sejarah pemikiran ekonomi islam dengan barat setidaknya dipengaruhi oleh dua hal penting, yaitu:

a. Pertama, sejak kejatuhan Baghdad (1258 M) oleh Jengkis Khan dan Khubilai Khan yang banyak terjadi penurunan, bahkan stagnasi tradisi intelektual dikalangan islam

b. Kedua, selama lebih dari dua abad terakhir (abad ke 18, 19 hingga awal 20) banyak negara-negara islam yang diajajah oleh negara Barat.

C. Indikasi Plagiasi Pemikiran Sarjana Muslim

Karena banyaknya karya sarjana Muslim yang berpindah ke dunia Barat, maka tentu amatlah sulit untuk mengedintifikasi secara mendetail konsep pemikiran ekonomi Muslim apa saja yang ditiru, dikembangkan atau dijiplak oleh ekonom Barat. Berikut ini diantaranya (Arifin, 2000 : Karim, 2001)

a. Beberapa institusi atau mekanisme ekonomi bisnis yang ditiru barat dari dunia islam anatara lain : syirkah (serikat dagang atau partner-ship), suftaja (bills of exchanges). Funduq untuk biji-bijian dan tekstil ditiru dari Baghdad, cordova dan damaskus, sementara dar-ut tiraz (pabrik yang didiran atau dijalankan Negara)didirikan di spanyol, sicilia, Palermo (labib, subhi, 1969). Ma’un ( sejenis privat bank) yng dikenal barat sebagai maona di Tuscany didirikan untuk membiayai usaha eksploitasi tambang besi dan prdagangan besi. Wiayatul hisba (polosi ekonomi) juga merupakan tiruan dari dunia islam.

b. Judul buku the wealth of nation dari karya adam smith (1176 M) ternyata sama dengan judul khitab al-amwal karya abu ubayd (224 H / 838 M). dalam buku itu adam smith juga menyatakan bahwa perekonomian yang maju saat itu adalah perekonomian arab yang dipimpin oleh ‘’Mohamet and his immediate successors (Muhammad saw dan Khulafaurrasidin)”. Pernyataan ini tertulis dalam buku adam smith baru menyelesaikan buku ini setelah banyak berinteraksi dengan para pemikir prancis, diamana prancis pada saat itu adalah salah satu Negara eropa yang banyak menerjemahkan karya-karya sarjana muslim. Dalam bukunya dia membedakan tingkat perekonomian masyarakat kepada dua kategori, pertama bangsa dengan ekonomi terbelakang dan kedua bangssa ekonomi yang maju. Contoh masyarakat ekonomi terbelkang adalah masyarakat Indian di Amerika Uara. Sedangkan contoh masyarakat ekonomi maju adalah bangsa Arab. Bangsa Arab yang dimaksud Adam Smith.

c. Teori Pareto Optimum, yangdinyatakan oleh V Pareto, telah tercantum dalam buku Nahjul Banglahah karya Imam Ali.

d. Gresham Law (Bad money drivers out good money) ternyata juga terdapat dalan kitab Ibnu Taimiyah.

e. Bar Hebreus, seorang pedeta Syriac Jacobite Church, telah menyalin beberapa hal dari kitab Ihya al ulum al Dien karya al-Ghazali.

f. Pendeta Greja Spanyol Ordo Domonikan, Raymond Martini telah menyalin bab dari Tahaful al Falasifah, maqasid al Falasifah, al-Munqid, Misqat al-Anwar dan Ihya’ nya Al Ghazali.

g. St Thomas Aquinas menyalin banyak bab dari Ibnu al Farabi.

h. Teori invisible Hand yang berasasal dari Nabi saw dan sangat populer dikalangan ulama. Teori ini berasal dari hadist Nabi saw. Sebagai mana disampaikan oleh Annas r.a, sehungan dengan adanya kenaikan harga-harga barang dikota madinah. Dalam hadist tersebut diriwayatkan sebagai berikut, “Harga melambung pada zaman Rasulullah saw. Orang-orang ketika itu mengajukan saran kepada Rasulullah dengan berkata: “ya Raulullah hendaklah engkau menentukan harga”. Rasulullah saw berkata: :”sesungguhnya Allah lah yang menentukan harg, yang menahan dan melapangkan serta memberi rezeki. Sangat aku harapkan kelak aku menemui Allah dalam keadaan tidak seorangpun dari kamu yang menuntutku tentang kezaliman dalam darah maupun harta”. Denagn hadist ini terlihat dengan jelas bahwa islam terlebih dahulu (lebih 1160 tahun) mngajarkan konsep invisible hand atau mekanisme pasar dari dalam adam smith. Inilah yang mendasari hukum ekonomi islam yang mendasari mengenasi harga. Ini menunjukan bahwaketentuan haga itu ditentukan pada mekanisme pasar yang alamiah interpersonal. Maka sekali lagi ditegaskan kembali bahwa teori inilah yang diadopsi oleh Bapak Ekonomi Barat, Adam Smith dengan nama teori invisible hands. Bahkan teori invisible hand itu lebih tepat dikatakan God Hands (tangan-tangan Allah).

i. Selanjutnya ilmuan Barat bernama Gresham telah mengadopsi teori Ibnu Tamamiyah tentang mata uang (curency) berkualitas buruk dan berkualitas baik.

D. Sejarah Membuktikan Bahwa Pemikir Muslim Merupakan Penemu Ilmu-Ilmu.

Sejarah membuktikan bahwa para pemikir muslim merupakan penemu, peletak dasar, dan pengembang bebagai bidang-bidang ilmu. Nama pemikir muslim bertabaran disana sini menghiasi arena ilmu-ilmu sosial.mulai dari filsafat, matematika, astronomi, ilmu optik, biologi, kedokteran, sejarah, sosiologi, psikologi, ekonomi sampai sastra. Dalam pandangan mereka, ilmu-ilmu itu walaupun sewpintas terlihat berbeda-beda dan bermacam-macamjenisnya namun pada hakikatnya berasal dari sumber yang satu, yakni Yang Maha Mengetahui seluruh ilmu, Yang Maha Benar, Allah Azza wa Jalla. Para pemikir muslim memang melakukan klasifikasi terhadap berbagaimacam ilmu, tetapi yang dilakukan mereka adalah pembedaan, bukan pemisahan.

Ibnu Sina (980-1037), sebagai contok, selain terkenal sebagai ahli kedokteran, juga adalah ahli filsafat. Bahkan ia juga mendalami psikologi dan musik. Al-Ghazali (1058 M-505 M), selain banyak masalah-masalah fiqh (hukum), ilmu kalam (teologi), dan tasawuf, beliau juga banyak membahas masalah filsafat, pendidikan,psikologi,ekonomi, dan pemerintahan. Sayangnya tradisi pemikiran seperti ini tidak berlanjut sampai sekarang karena mundurnya peradaban Muslim hampir disegala bidang. Kemunduran ini sebagian besardisebabkan karena musuh dari luar, sebagian lagi disebabkan oleh sikap umat islam itu sendiri. Kegiatan berfikir berhenti, sehingga umat islam mengalami kemunduran dalam segala bidang.

Ditengah-tengah keadaan seperti ini, terejadilah kehilangan fakta-fakta sewjarah, baik disengaja maupun tidak. Adil pemikir-pemikir islam dalam ilmu pengetahuan tertutupi sehingga apabila kita membaca buku-buku sejarahilmu pengetahuan, maka kebanyakan mengatakan bahwa sejak zaman filosof-filosof yunani yang mahsyur (Socrate, Plato, Aristoteles, dan lain-lain), beberapa abad kelihatan sebelum masehi, terjadi kekosongan perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini dialami oleh semua ilmu, tidak terkecualai ilmu ekonomi.

Karena itu, para pemikir islam sebenarnya telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perkembangan ilmuekonomimodern. Dengan demikian, teorui ekonomi islam sebenarnya bukan ilmu baru. Oleh karena itu sikap umat islam terhadap ilmu-ilmu dari Barat, termasuk ilmu ekonomi versi “konvensional” adalah ia takladzibuhu jamii’a, wala tushahhihuhu jamii’a (jangan tolak semuanya, dan jangan pulaterima semuanya). Maka ekonom muslim tidak perlu terkeisma dengan teori-teori Barat. Ekonom Muslim perlu mempunyai akses terhadap kitab-kitab klasik Islam. Di lain pihak, Fuqanah Islam perlu juga mempelajari teori-teori ekonom modern agar dapat menerjemahkan kondisi ekonomi modern dalam bahasa kitab klasik Islam.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Sekarang dapat kita ketahui yang sesunggunya bahwa pemikir-pemikir asli ilmu ekonomi sebenarnya dari kaum Muslim yang perkembangannya telah menghilang dan ditiru oleh para pemikir Barat, yang mengatas namakan pemikiran kaum Muslim. Sejarah membuktikan bahwa para pemikir muslim merupakan penemu, peletak dasar, dan pengembang bebagai bidang-bidang ilmu. Nama pemikir muslim bertabaran disana sini menghiasi arena ilmu-ilmu sosial.mulai dari filsafat, matematika, astronomi, ilmu optik, biologi, kedokteran, sejarah, sosiologi, psikologi, ekonomi sampai sastra. Dalam pandangan mereka, ilmu-ilmu itu walaupun sewpintas terlihat berbeda-beda dan bermacam-macamjenisnya namun pada hakikatnya berasal dari sumber yang satu, yakni Yang Maha Mengetahui seluruh ilmu, Yang Maha Benar, Allah Azza wa Jalla. Para pemikir muslim memang melakukan klasifikasi terhadap berbagaimacam ilmu, tetapi yang dilakukan mereka adalah pembedaan, bukan pemisahan.

DAFTAR PUSTAKA

Chamid Nur, 2010.Jejak Langkah Pemikir Ekonomi Islam.Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Http//:sejarah perekonomian barat.com (1 mei 2015)

Hendri Anto,2003. Pemantar Ekonomika Mikro Islami .Yogyakarta: Ekonesia.

[1] Http//:sejarah perekonomian barat.com (1 mei 2015)


[2] Hendri Anto, Pemantar Ekonomika Mikro Islami (Yogyakarta: Ekonesia,2003), 83


[3]Raja Alvonso X (125-1284) MENDIRIKAN TERJEMAH DI Tolendo, ibukota kerajaan. Ia ia memerintah umat Muslim yang ada di negerinya.


[4]Ketika dinasti Fatimiyah muncul dan mendirikan kekusaan mereka di Tunis, merekapun menguasai silsilah sebgai pewaris dinasti Aghlabiyyah., Ibid


[5]Pusat kajian dan pengembangan ekonomi islam (P3EI) Universitas Islam Indonesia Yogyakarta atas kerjasama dengan bank indonesia “ekonomi islam” (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008), 122-123


[6]Ibid 85

Download Materi Kuliah Lengkap

0 komentar:

Post a Comment